loading...

HEADLINE

Cerita Anak (Cernak) Ari Vidianto_JUARA LOMBA PUISI

Redaksi menerima tulisan
Puisi minimal 5 judul, Esai, Cerpen untuk kami Siarkan setiap hari. Semua naskah dalam satu file MS Word dikirim ke e-email: majalahsimalaba@gmail.com
beri subjek_VERSI ONLINE
(Mohon maaf, laman ini belum dapat memberikan honorium)


Cerita Anak (Cernak) Ari Vidianto

JUARA LOMBA PUISI


Di suatu siang yang panas, di sebuah kelas yang berwarna biru, terlihat kelas 4 sedang pelajaran bahasa Indonesia. Seorang anak yang bernama Neva sedang maju membaca puisi buatannya di depan kelas.
Berangkat Sekolah

Matahari bersinar terang
Awan pun berarak tenang

Merdunya kicauan burung
Penawar hati yang murung

Kubergegas memakai topi
Untuk menggapai mimpi

Berangkat ke sekolah
Agar ilmu ku bertambah

“ PROK-PROK-PROK!!! “ seisi kelas pun bertepuk tangan.

“ Bagus sekali pembacaan puisimu Va,” puji Bu Rania

“ Terimakasih Bu!”

“ Nah anak-anak sudah ibu putuskan yang mengikuti lomba FLS2N bidang puisi tahun ini adalah Neva!” kata Bu Rania sambil menunjuk ke arahku.

“ Ya kami setuju Bu! “ seru semua murid kelas empat.

“ Terimakasih Bu, terimakasih teman-teman, doa kan ya supaya aku jadi juara?” pinta Neva.

“ Ya Neva,pasti kami doa kan!” jawab Bu Rania mewakili.

“ Nah anak-anak semua tahukah kalian manfaat membaca puisi?”

“ Saya tahu Bu?” jawab Neva.

“ Coba apa saja Va?” tanya Bu Rania

“ Manfaat Menulis Puisi antara lain :Menumbuhkan kreativitas seseorang dalam menulis puis, Dapat mengeluarkan inspirasi yang ada dalam diri kita, Belajar memberanikan diri untuk nge-share hasil karyanya, Memiliki nilai tersendiri, Bermanfaat bagi semua orang dan diri kita sendiri, Hati menjadi tidak terbebani,  Untuk mengasah kemampuan kita,” jelas Neva panjang lebar. Semua teman-temannya melongo.

“ Wah, jawaban kamu benar Va, kamu tahu dari mana?” tanya Bu Rania penasaran.

“ Dari mbah google bu,” jawab Neva sambil nyengir.

“ Memang nama mbah kamu google Va?” tanya Zada temannya.

“ Hahaha…itu program  internet Za?” Jelas Neva. Semua teman tertawa mendengar pertanyaan Zada.

“ Sudah-sudah, jangan ramai,” kata Bu Rania menenangkan semuanya.

“ Coba Neva kamu sebutkan langkah-langkah membuat puisi,” perintah Bu Rania. Neva pun mengangguk.

“ Teman-teman untuk membuat puisi ada beberapa langkah yang harus kita lakukan diantaranya : menemukan tema, merancang pohon kata, menulis kalimat dan gaya bahasa,” jelas Neva.

“ Ooohh… begitu ya Va?” jawab semua teman-temannya.

“ Terimakasih Va, ayo berikan tepuk tangan untuk Neva,” puji Bu Rania.

PROK-PROK-PROK!!

“ Terimakasih semua,” jawab Neva sambil berjalan menuju tempat duduknya.

TENG-TENG-TENG!!

Bel sekolah telah berbunyi, anak-anak pun lalu berdoa, bersalaman dengan guru dan bergegas ke luar kelas. Mereka bergegas pulang menuju rumah masing-masing.

Malam hari Neva berlatih dengan serius, ia menulis berbagai macam puisi lalu membacakannya. Suaranya terdengar oleh ayah dan ibu yang sedang duduk di ruang tengah. Mereka sangat bangga mempunyai puteri yang pandai berpuisi.

Hari demi hari di lalui Neva dengan belajar, berlatih membuat dan membaca puisi. Akhirnya lomba yang dinanti-nantikan datang juga. Ia sudah siap mengikuti lomba. Peserta lomba ada 35 anak, mereka mewakili SD nya masing-masing. Ada yang gugup, ada yang gemetar, ada yang minum terus. Tetapi Neva kelihatan tenang-tenang saja.

Juri pun masuk ke tempat lomba, lalu menyuruh peserta lomba untuk berdoa. Setelah itu juri menentukan tema puisi. Anak-anak pun segera membuat puisi dengan semangat.Begitu juga dengan Nev, ia pun segera membuat puisi. Ia tak mengalami hambatan, dengan mudahnya ia menyelesaikan puisi karyanya. Waktu pun telah habis, dan juri meminta seluruh peserta untuk mengumpulkan puisinya. Juri pun segera menilai lalu memutuskan para pemenangnya. Akhirnya Neva pun menjadi juara satu. Neva pun sangat senang karena telah berhasil membanggakan sekolahnya. Ia pun mendapat ucapan selamat dari para juri dan guru tercintanya, Bu Rania.

                                                               TAMAT

Tentang Ari Vidianto: lahir di Banyumas, 27 Januari 1984. Bekerja sebagai Guru di SD Negeri 2 Lumbir.Bukunya yang sudah terbit yaitu Ibu Maafkan Aku ( Pustaka Kata, 2015 ) & Wajah-Wajah Penuh Cinta ( Pustaka Kata, 2016 ). 17 buku Antologi  dan banyak karya yang dimuat di Media Massa seperti di Majalah Sang Guru, Ancas,SatelitPost, Tabloid Gaul, Readzone.com, Buanakata.com,Sultrakini.Com, Riaurealita.Com,Duta Masyarakat, Solopos, Radar Mojokerto, Kedaulatan Rakyat dll 

Tidak ada komentar