loading...

HEADLINE

Cerita Singkat Dienra Apra (Semarang, Jawa Tengah)_JARI KELINGKING

Redaksi menerima tulisan
Puisi minimal 5 judul, Esai, Cerpen untuk kami Siarkan setiap hari. Semua naskah dalam satu file MS Word dikirim ke e-email: majalahsimalaba@gmail.com
beri subjek_VERSI ONLINE
(Mohon maaf, laman ini belum dapat memberikan honorium)


Cerita Singkat Dienra Apra

JARI KELINGKING


Diantara kelima jari cuma jari kelingking yang paling kecil, maka seringkali jari kelingking menjadi ejekan keempat jari lainnya. Setiap keempat jari bermain, jari kelingking tidak pernah diajak serta, Jari kelingking hanya bisa mengurung diri dan menyendiri. 

Pada suatu ketika keempat jari tersebut terjatuh kedalam selokan yang membawa mereka ketempat yang jauh dan membuat mereka ketakutan. Mereka berteriak-teriak meminta tolong namun suara mereka seakan memantul kembali kearah mereka. Jari telunjuk, jari tengah dan jari manis meminta ibu jari untuk mendorong keras-keras penutup selokan tersebut, karena ibu jari mempunyai badan yang besar dibandingkan ketiga jari tersebut. Walau sekeras apapun ibu jari berusaha membuka penutup tersebut namun penutup tersebut masih tetap tidak bisa dibuka. Segala cara telah dipergunakan oleh keempat jari tersebut untuk bisa keluar dari selokan, tiba-tiba jari tengah melihat keatas dan dilihatnya ada celah dan cahaya. Jari tengah memberitahukan ketiga jari tersebut, mereka pun senang karena masih ada harapan untuk keluar lewat celah yang ada diatas mereka. Ketiga jari meminta jari tengah untuk meraih celah itu karena jari tengah termasuk yang paling tinggi dibanding ketiga jari tersebut. Namun jari tengah tidak dapat menggapai celah tersebut walau sudah dibantu oleh ketiga jari. Mereka pun akhirnya menyerah dan putus asa, tiba-tiba mereka teringat pada jari kelingking yang mungkin dapat membantu mereka untuk keluar dari selokan itu. 

“Tapi bagaimana caranya memanggil jari kelingking?” tanya jari tengah. 

“Aku tahu......” kata jari manis sambil tersenyum. Lalu jari manis membisikkan sesuatu ke telinga ketiga jari tersebut. Jari manis teringat kalau jari kelingking suka sekali menyanyi sambil bersiul setiap bermain seorang diri.

Dan mereka kemudian segera memanggil jari kelingking untuk datang ketempat tersebut dengan cara bersiul sehingga jari kelingking datang. Begitu jari kelingking datang, jari kelingking bingung apa yang harus dilakukannya untuk bisa menolong keempat jari tersebut. Jari tengah berteriak agar jari kelingking mau mengambil tali dan dilemparkan ke bawah yang nantinya dapat menarik mereka keluar dari selokan tersebut. Jari kelingkingpun akhirnya mencari tali dan melemparkannya ke bawah tempat mereka, tapi ternyata tubuh jari kelingking yang terlalu kecil tidak dapat menarik keempat jari tersebut keatas. Jari kelingkingpun berpikir sejenak dan melihat ke sekitar selokan itu, apa yang harus dilakukannya. Tiba-tiba jari kelingking melihat ada besi yang menempel ditembok pinggir selokan tersebut, lalu jari kelingkingpun mengikat tali tersebut di besi dan bagian ujungnya yang lain dilemparkannya ke bawah tempat mereka terjatuh, sehingga dapat mengeluarkan keempat jari tersebut keluar. Begitu keempat jari tersebut keluar dari selokan tersebut, mereka sangat berterima kasih pada jari kelingking yang mau menolong mereka, padahal mereka selama ini telah banyak berbuat jahat padanya apalagi tidak pernah mengajak main bersama. 

Sejak peristiwa tersebut, keempat jari tersebut selalu mengajak jari kelingking untuk ikut bermain dengan mereka. Jari kelingkingpun senang sekali, karena sekarang dia tidak sendiri. 


-------- T A M A T -------



Tentang Diana Raharjanti Asih Pratiwi: Ia lahir di Pekalongan/13 Agustus 1976, tinggal di Jalan Ketileng Indah I Nomor 12, Kelurahan Sendangmulyo, Kecamatan Tembalang, Kota Semarang, Kode pos: 50272

Tidak ada komentar