loading...

HEADLINE

PUISI PUISI E KURNIASIH (Bandung, Jawa Barat)_Masih Tentang Rindu

Redaksi menerima tulisan
Puisi minimal 5 judul, Esai, Cerpen untuk kami Siarkan setiap hari. Semua naskah dalam satu file MS Word dikirim ke e-email: majalahsimalaba@gmail.com
beri subjek_VERSI ONLINE
(Mohon maaf, laman ini belum dapat memberikan honorium)


PUISI PUISI E KURNIASIH

AKU

Aku tak cantik
Tidak pula menarik
Kulitku hitam legam
Gigiku nongol ke depan
Mata juling
Bibir sumbing

Tapi
Ada mutiara indah
Cahaya berbinar
Dialah  jiwa
Yang bersemi dengan balutan suci
Menitikkan buih pada hakekat diri

Bagi dia yang mencinta
Aku adalah mawar
Dan rembulan
Bersinar tak kunjung padam
Sedap dalam pandangan jiwa
Semisal purnama  kau panggil aku dengan indahnya

Bandung 19 Oktober 2017

MASIH TENTANG RINDU

Bersama rindu
Yang menghampiri dan menyematkan nama dalam doa dan itu untukmu
Masih tentang rindu yang mendayu kian pilu
Mengembangkan sayap sayap dan terbang keangkasa memberi warna pada tiap kelopak mata yang basah
Yang tak pernah mati mengulum percikan rasa yang menggoda tiap lena

Salahkah aku punya rindu?
Dalam gelisah panjang penghantar waktu hingga berlalu menjauh pergi
Yang kupikir  tetaplah kamu
Melupakan bahkan memimpikan untuk enyah, mengusir  kepingan hati tentang keberadaanmu  yang kian lekat mengisi rongga jiwa
Sebuah ketidak mungkinan

Dan tak mungkin pula walau ada kecemburuan memaksa diam dan menyapa terlarang, kerinduanku sirna
Aku menghibahkan darah untuk sang hati
Mengepakkan sayap pada singgasana yang maha luas  untuk dirimu
Adalah sebuah kewajiban

Dan Tuhan izinkan rindu ini selalu mewangi
Meruntuhkan keyakinan basi sang penguasa atas hitam putihnya kamu
Rindu hatiku akan menjaga langkahmu untuk kembali
Melambaikan bunga bunga syurga untuk kau sentuh

Bandung 19 Oktober 2017

TENTANG RINDU

Akan kukecap rindu bersama angin malam yang meneriakan dengan geraham geram
Dan lolongan anjing begitu menyayat dalam hujat
Menciutkan tikus tikus got yang tunggang langgang
Masih tentang rindu yang berderu kalang kabut
Bagai hembusan angin yang memporak porandakan sebagian rusuh di hutan bambu
Dan masih tentang rindu yang berduyun
Pada sekumpulan burung elang yang memakan mangsanya
Menancapkan paruh lancip dan merusak jaringan disetiap pori pori
Dan masih tentang rindu yang akan kuhapus dalam balutan hati
Mati

Bandung 19 Oktober 2017

ARIMBI PAGI

Arimbi pagi
Dalam arjuna sendu
Menyibak tirai
Rinai keharuman

Sepenggal riwayat
Telanjangi hasrat
Berpijar tujuan
Dalam lorong tanpa batas

Terengah pada kibasan
Arah panjang pada haluan
Berpagut menyetubuhi pikir
Pada kesepian

Arimbi  terhempas
Sukma menggelepar
Dahaga  membuncah
Di titik perapian

Dalam kalut berpayung
Nurani terbungkus
Secarik dalam putih
Hiasi perjalanan

Bandung 19 Oktober 2017

RINTIH HATI

Tanyaku lirih pada mentari
Begitu  setiakah kau menyinari bumi
Walau ribuan awan gelap menghalangi
Sinar tak memupus hilang

Adakah setiaku pada sang pencipta?
Kadang aku lupa menyebut AsmaNya
Yang setia dalam detak napas
Bahkan lebih dekat dari napas itu sendiri

Detakku berpacu
Lirih memanggil namaMu
Tuhan ampunkan segala dosa
Yang kian basah melilit darah dan bathinku

Waktu terus meninggalkan pergi
Seakan jemu melihat laju diri
Yang menertawakan gembira
Melihat raga bergelimang dosa

Entah sampai kapan lupa menerpa
Ketika sadar  berhias air mata
Pedih berhambur hampa
Oh jalan terangi aku

Bandung 19 Oktober 2017



Tentang E Kurniasih: Tinggal di Kp Sukasari rt 04 rw 12 Desa Sangkanhurip Kec. Katapang Kab. Bandung 40971, Jawa Barat 

Tidak ada komentar