loading...

HEADLINE

PUISI-PUISI KARYA ARI VIDIANTO (Lumbir, Jawa Tengah)

Redaksi menerima tulisan
Puisi minimal 5 judul, Esai, Cerpen untuk kami Siarkan setiap hari. Semua naskah dalam satu file MS Word dikirim ke e-email: majalahsimalaba@gmail.com
beri subjek_VERSI ONLINE
(Mohon maaf, laman ini belum dapat memberikan honorium)


PUISI-PUISI KARYA ARI VIDIANTO

Ranum Asmara

Membaca getaran cinta
Terhimpun indah dalam
Aksara-aksara penuh makna
Buku hati yang berjilid
Ranum asmara

Memikat semua kawula muda
Dilema indah bertabur bunga
Bunga-bunga cinta bersemayam
Dalam setiap debaran jiwa

Lumbir, 4 Juni 2016

Dongeng Asmara

Jiwaku jiwamu
Berkalang kabut bak sepi
Memori-memori
Tertanam terbelenggu
Dalam mimpi

Hikayat cahaya cinta
Berlegenda penuh tanya
Dongeng asamara kan
Terngiang selama hembus
Nafas masih menyapa

Lumbir, 4 Juni 2016

Senyum Manis

Senyum manis
Gadis berkerudung kuning
Membahagiakan jiwa
Yang memandang

Ingin memiliki seutuhnya
Jiwa dan ragamu
Senyum manis
Menghias ayu wajahmu

Lumbir, 4 Juni 2016

Hikayat Merindu

Menemuimu dalam ragu
Setetes harapan telah sirna
Bayang wajahmu memudar

Perihal mimpi bertabur bunga
Kenangan berliku menanti
Akhir hayat merindu

Lautan asmara merapuh
Terjang ombak mengadu
Pada pantai menyatu

Lumbir, 6 Juni 2016

Terbang Melayang

Menyongsong hari-hari tersunyi
Lirih angin berhembus pun
tak dapat mengobati
Lelah waktu-waktu tersisa

Lemaskan sisa-sisa kepenatan
Tabir arahku meniti binar-binar
mimpi itu
Larutkan hampa pikiran yang
terbang melayang

Lumbir, 6 Juni 2016

Menanam Mimpi

Rangkaian nada-nada alam
Mengobati kesedihan malam
Yang berselimut rasa sepi
Kini bertabur riangnya melodi

Penghantar istirahatnya jiwa
Yang telah lelah bergelimang
Kecamuk aktifitas sehari-hari
Mari berlomba menanam mimpi
Dengan penuh harapan tersuci

Lumbir, 15 Juli 2016

Kesibukan Hati

Hilir mudik masalah dalam jiwa
Membuat kesibukan hati bergelora
Datang dengan silih berganti
Menghadirkan emosi kegundahan

Merana dan nestapa terurai
Dengan penuh sejuta makna
Hadir dalam kemelut jiwa
Menyisakan secercah harapan
Pengobat jiwa

Lumbir, 15 Juli 2016

Dendang Nestapa 

Irama hatimu beraliran sendu
Merananya jiwa selalu menemanimu
Tak pernah berhenti mengalun
Bergetar dan bergulir
Dalam ritme rangkaian nada

Nada kehidupan terkekang sepi
Karena bunga di hati telah pergi
Menyisakan alunan dendang nestapa
Yang begitu kelam dan hampa

Lumbir, 15 Juli 2016

Merapikan Hati

Banyak hati yang menyakiti
Menyisakan noda tak kunjung pergi
Hilir mudik silih berganti
Tangis dan tawa selalu menemani

Rapuhnya jiwa berkelana hampa
Bagaimana merapikan hati ini
Yang telah porak-poranda
Karena penuh sayat di hati

Lumbir, 15 Juli 2016

Menerawang Sunyi

Anganku terbang jauh
Hatiku telah luluh

Kabut di hati begitu pekat
Telah terpatri penuh karat

Lamunan kehampaan hati
Selalu menerawang sunyi

Lumbir, 15 Juli 2016

Rintihan Hati

Terbang menerkam bayang
Menukik sepi lara hati
Lirih sunyi bahtera jiwa
Merelakan tiupan nasib hidup

Selisih hikayat serangkaian hari
Terabaikan memori kenangan terpatri
Serasa pilu puing-puing hari
Berdenyut irama rintihan hati

Lumbir, 16 Juli 2016

Terapi Hari

Terapi hari torehkan sepi
Membungkam mimpi yang tak bertepi
Larinya hari-hari sepahit misteri
Telah beruban di semesta jiwa sejati

Arah lajur gemuruh alam
Titipkan kedukaan pada senja berkelana
Meniti memacu dalam perjalanan waktu
Lampiaskan kedukaan dalam iringan
Nada-nada alam yang syahdu

Lumbir, 16 Juli 2016

Ombak Asmara

Ombak asmara menyapu kesedihan
yang merajalela
Hempaskan lara hati yang tersakiti
Meluluh ratakan noda-noda angkara
murka

Lumbir, 16 Juli 2016

Terbingkai Mimpi

Pecahnya angan-angan
Karena terbentur sukma jiwa
yang berkecamuk
Lalu lalang memori kelam

Bercampur hikayat sepanjang masa
Beribu-ribu kisah mewarnai
Hitam putihnya bunga-bunga tidur
yang telah terbingkai mimpi

Lumbir, 16 Juli 2016


TentangAri Vidianto: Ia lahir di Banyumas, 27 Januari 1984. Bekerja sebagai Guru di SD Negeri 2 Lumbir.Bukunya yang sudah terbit yaitu Ibu Maafkan Aku ( Pustaka Kata, 2015 ) & Wajah-Wajah Penuh Cinta ( Pustaka Kata, 2016 ). 17 buku Antologi  dan banyak karya yang dimuat di Media Massa seperti di Majalah Sang Guru, Ancas,SatelitPost, Tabloid Gaul, Readzone.com, Buanakata.com,Sultrakini.Com, Riaurealita.Com,Duta Masyarakat, Solopos, Radar Mojokerto, Kedaulatan Rakyat dll.

Tidak ada komentar