loading...

HEADLINE

PUISI PUISI MAULA NUR BAETY (Jakarta)

Redaksi menerima tulisan
Puisi minimal 5 judul, Esai, Cerpen untuk kami Siarkan setiap hari. Semua naskah dalam satu file MS Word dikirim ke e-email: majalahsimalaba@gmail.com
beri subjek_VERSI ONLINE
(Mohon maaf, laman ini belum dapat memberikan honorium)


PUISI PUISI MAULA NUR BAETY

Wǒ qù

wǒ jìxù zǒu, zhídào wǒ de jiǎo mámù.
Wǒ yīzhí zài kū, zhídào wǒ de xīnzàng jǐnzhāng.

Dào---

wǒ xuǎnzé líkāi, yīnwèi méiyǒu dìfāng kěyǐ zhànlì.

Xièxiè, yǒu shíjiān guānxīn wǒ. Zhì
zài shàngdì de shíjiān jiéshù wǒmen yùjiàn.

Jakarta, 19 Oktober 2017.


WHAT DO YOU THINK

About a taste, which can not even be stopped, just like that.

Can I get an answer, about waiting for a sense of reciprocity.

Until, that taste chose me to be the owner of his heart.

Jakarta, 19 Oktober 2017.

السلام على الحب...


السلام على الحب، جأت بمهر و والديي و مع قبضة النية لأمشي معك


بكل بركة، أتمنى أن أكون قرينة لك إلى جنته تعالى

بسطت كل علم ديني، لأن أكون زوجة لك، الحب

Jakarta, 19 Oktober 2017.


Abdi kena cinta

Diujung berang, abdi ningali
Caang bulan wèngi ieu
kira² anjeuna ningali bulan teu wèngi ieu.

Teu terang...

Abdi jalmi asing didadana,
ngan saukur perasaan abdi hungkul nu sok ngabeulit pikiran tentang nami anu disebat cinta

Muhun!
Abdi kena cinta, mimiti jeung terakhir saat pamentè urang hantè ngahaja papendak.

Jakarta, 19 Oktober 2017.

KUBURAN 

Dia---

telah membawanya, ke tempat-Nya. Hingga kaki rentan ini tak dapat menjangkaunya.

Hanya kosong, kelabu, dan segala macam rasa. Saat
bocah kecil yang selalu berlari memeluknya, kini
tertutup kain kafan dan tanah.

Bisakah, mengulang takdir?
Tidak, sebabnya hidup hanya sekali, dan mati pun sekali, hanya kuburan tempat terakhir yang bernyawa.

Jakarta, 19 Oktober 2017.

TERJEMAHAN PUISI PUISI DI ATAS

AKU PERGI 

Aku terus melangkah, sampai kakiku mati rasa.
Aku terus menangis, sampai jantungku sesak.

Hingga---

aku memilih pergi, sebab tidak ada tempatku untuk berpijak lagi.

Terima kasih, telah sempat perhatian denganku. Sampai
bertemu di penghujung waktu Tuhan untuk kita.

Jakarta, 19 Oktober 2017.


APA YANG ANDA PIKIRKAN 

Tentang sebuah rasa, yang bahkan tidak bisa di berhentikan, begitu saja.

Bisakah aku mendapatkan jawaban, tentang menunggu rasa berbalas.

Hingga, rasa itu memilihku menjadi pemilik hatinya.

Jakarta, 19 Oktober 2017.

ASSALAMU ATAS CINTA

Assalamualaikum cinta, aku datang dengan Mahar dan orangtuaku, serta membawa sebuket niat untuk melangkah bersamamu.

Dengan penuh berkah, berharap bisa diterima menjadi pendampingmu menuju surga-Nya.

Kubentangkan segala ilmu agamaku, untuk menjadi calon istrimu. Cinta.

Jakarta, 19 Oktober 2017.


AKU TERSENTUH CINTA 

Di penghujung siang, aku menatap kemerlip rembulan malam ini, akankah ia menatap rembulan juga malam ini.

Entah---

aku hanya orang asing, didadanya, hanya gemuruh rasaku saja yang selalu membelit pemikiran tentang sebuah nama yang kusebut cinta.

Ya!
Aku tersentuh cinta, pertama dan terakhir saat wajah kita tidak sengaja bertemu.

Jakarta, 19 Oktober 2017.

Tentang penulis: Maula Nur Baety, Brebes, Jawa Tengah. Pasar bawang klampok, banjaratma Gg. Batara 2. Rt. 04. Rw. 09

Tidak ada komentar