loading...

HEADLINE

PUISI PUISI MAULA NUR BAETY (Jakarta)_Lalat Cinta_Kelereng Kecil

Redaksi menerima tulisan
Puisi minimal 5 judul, Esai, Cerpen untuk kami Siarkan setiap hari. Semua naskah dalam satu file MS Word dikirim ke e-email: majalahsimalaba@gmail.com
beri subjek_VERSI ONLINE
(Mohon maaf, laman ini belum dapat memberikan honorium)


PUISI PUISI MAULA NUR BAETY 



LALAT CINTA 

Hati itu memilih, singgah
menikmati seluruh sajian rasa
di gelar dalam wadah yang bernama
cinta.

Bagai lalat terbang, berbondong-bondong
dari tong ke tong berikutnya, dengan sayap tipis mencari seperkian detik aroma pada makanan basi.

Begitu pula, cinta.
Dengan sejuta warna, dan berpindahnya
hati hanya dapat luka kala mati.

Jakarta, 16 Oktober 2017.

KELERENG KECIL 

Nasihat pepatah aku pinjam.
Tentang hidup yang bagai roda, berputar
kadang di bawah atau atas.

Namun, mata kecil bocah berbeda
hidup seperti kelereng kecil, yang bisa
kapan saja Allah mainkan, dan akan
berputar sesuai-Nya.

Indah cantik, nampak bola kecil
dari kaca, begitu pula nasib yang bisa
saja pecah oleh kuasa-Nya.

Jakarta, 16 Oktober 2017.

MENYANGKAL WAKTU 

Bolekah aku egois?
Jika boleh, aku ingin menyangkal
semua kesulitan dan kemudahan jika
tanpa usaha, takkan bisa.

Menghentikan segala harapan, bertikai
pada cuaca, yang bisa saja musibah
datang kapan pun, dan dimanapun.

Lalu---

jalan tikus mana, yang tak sampai
pada tujuan. Bukankah, setiap jalan
ada awal dan akhir?

Jakarta, 16 Oktober 2017.

PENANTIAN ITU HUJAN 

Di pojok sunyi, gadis itu menadah tangan
melalui dinding pagar dengan wajah penuh
harap akan entah apa yang ia terima.

Sedang apa?

Menanti hujan, sebabnya semua harapanku
bagai menanti hujan, jarang tiba namun
sekali tiba begitu derasnya sampai banjir.

Dan aku ingin, penantianku seperti hujan
yang tumpah dengan begitu banyak kebahagiaan.

Jakarta, 16 Oktober 2017.

TELEVISI TEMAN HIDUP 

Saat yang lain, bercumbu dengan cinta
memeluk segala kesenangan, bergandengan
pada uang untuk menjajakan baju-baju bermerek.

Aku dengan sekantong keripik,
dan segelas teh tawar menatap haru
pada layar televisi.

Menikmati sajian, berita atau acara
luar dan dalam negeri, bahkan jika di Mal
atau di taman tidak bisa menilik
berbagai hiburan lebih seru dari sepasang
kekasih yang berbulan madu di halaman
bernama pacaran.

Jakarta, 16 Oktober 2017.

Tentang Maula Nur Baety: Ia lahir di Brebes, Jawa Tengah. Tinggal di Jakarta


Tidak ada komentar