loading...

HEADLINE

PUISI RIDUAN HAMSYAH

Redaksi menerima tulisan
Puisi minimal 5 judul, Esai, Cerpen untuk kami Siarkan setiap hari. Semua naskah dalam satu file MS Word dikirim ke e-email: majalahsimalaba@gmail.com
beri subjek_VERSI ONLINE
(Mohon maaf, laman ini belum dapat memberikan honorium)


PUISI RIDUAN HAMSYAH


MALAM INI AKU GAGAL
MENIKMATI SECANGKIR KOPI


Pernah engkau jelajahi
tubuhku
barangkali dua bulan lamanya
sementara aku
mencari cari, sesuatu
yang asing pada dirimu.

Kemudian,
aku
sudah hampir menemukannya.

*****

Seperti kemarin
udara di sini masih hangat
sehangat semangat kita
untuk
merenungkan kembali
rencana hijrah,

malam ini, aku menolak
suguhan
secangkir kopi
sebab engkau tak akan pernah paham
bila aku akan gagal
menikmatinya.

*****

Kembali pada pencarian,
kita
ini petualang
entah dari mana muasalnya
samar cahaya, yang lama lama
melumuri wajah
menjilati hati kita

kapan saja.

*****

Esok, akan tiba masanya
aku mengembalikan
semua ini kepada banyak orang
mungkin
dalam versi versi yang
telah kita siasati sebelumnya
mengukur gambar tubuh, melayang
serupa benar lelayang-

di tahun depan
kita
akan bikin keputusan
tentu akan sedikit
aneh di mata sebagian orang
sebab, ternyata, menemukan
jatidiri
itu adalah klimaks dari semua mimpi.

****

Tetapi aku paham benar
(sebenarnya)
semua itu memang
akan kita tinggalkan
kita akan banyak memahami
warna lain
dari jagad keji ini
belajar sujud, dan ringkas
mengemukakan kalimat cinta

tetapi pula, entah kapan
aku pernah
jatuh cinta? sulit diingat
apalagi
dikembalikan pada sejarahnya-

dan, malam ini, sungguh
: aku telah gagal menikmati
segelas kopi
banyak yang melintas
melambai
dan akan segera merasakan
letihnya sebuah kepergian.

Banten, 27102017

Tentang Riduan Hamsyah: Ia cuma penikmat puisi, tinggal di Banten.

Tidak ada komentar