loading...

HEADLINE

SETELAH MEMBANTAI PRESEGRES 10-2_KINI SRIWIJAYA FC AKAN MELAKONI LAGA TERAKHIR DI KANDANG PERSIPURA



Seperti telah diberitakan sebelumnya, Sriwijaya FC secara fantastis berhasil mencetak 10 gol ke gawang Gresik United pada (6/11). Laskar Wong Kito menyudahi perlawanan Gresik United dengan skor 10-2 dalam laga kandang terakhir mereka di Liga 1 musim ini.

Apa yang membuat SFC tampil menggila? Pelatih Kepala Sriwijaya FC, Hartono Ruslan, menyebut anak asuhnya sebelum pertandingan memang memiliki semangat lebih di laga ini.



Yu Hyun Koo dan kawan-kawan ingin memberikan tiga kado istimewa dengan berhasil memenangkan laga melawan Laskar Joko Samudro.

“Kemenangan menjadi kado tertunda buat Sriwijaya yang berulang tahun ke-13 dan juga Presiden Sriwijaya FC, Dodi Reza Alex, yang berulang tahun ke-47,” ujar Hartono.

Kemenangan ini sendiri menjadi ucapan terima kasih Sriwijaya FC kepada para pendukungnya. Sriwijaya FC yang menjalani laga kandang terakhirnya sukses memberikan hadiah kemenangan bagi para penggemar setianya.

“Ini menjadi laga terakhir kandang kita. Tim persembahkan  kemenangan ini buat suporter dan fans,” tutup Hartono.

Hasil tersebut membuat Sriwijaya kini menempati peringkat ke-13 klasemen sementara Liga 1 dengan torehan 41 poin. Sementara Persegres yang bermain di Liga 2 musim depan semakin suram terpuruk di dasar klasemen dengan 10 poin.




Hari ini SFC mempersiapkan laga kandang yang cukup berat di stadion Mandala Jayapura, sekaligus juga sebagai laga terakhir tim yang berjuluk laskar wong kito tersbut di liga 1 musim ini.


Hartono Ruslan mengaku masih mencari skema ideal untuk menyeimbangkan permainan tim saat dijamu Persipura Jayapura di Stadion Mandala, Minggu (12/11) siang WIB.

Hartono mengatakan, ia ingin menerapkan permainan terbuka melawan Persipura. Hanya saja, tim tuan rumah juga dikenal memiliki barisan penyerang berbahaya, sehingga Hartono pun harus bisa mendapatkan skema tepat untuk meredam agresivitas Persipura.

“Persipura salah satu tim terbaik di Indonesia, selalu berbahaya. Bukan hanya di kandang, tapi juga luar kandang. Pastinya harus hati-hati jangan sampai kehilangan konsentrasi. Sekali salah, bisa selesai,” ungkap Hartono.


Untuk bermain dengan pertahanan kokoh tanpa mengurangi daya gedor, Hartono masih memutar otaknya. Hal ini cukup beralasan, mengingat pertahanan Sriwijaya FC rapuh, karena sudah 48 kali kebobolan.

Hartono kemungkinan bakal menerapkan skema 3-5-2 untuk menjaga pertahanan tetap solid. Formasi ini dianggap sukses saat menghadapi Bali United, walau harus menelan kekalahan 3-2.

“Bisa jadi apa nanti bakal gunakan formasi itu lagi. Yang jelas kami bisa fleksibel. Memang formasi ini cukup bagus seandainya pemain bisa memahami dengan baik,” jelas Hartono.

“Apakah nanti formasi seperti itu, akan kami lihat dulu di latihan terakhir tim, mana yang paling bagus.” (berbagai sumber)

Tidak ada komentar